Ya allah ya robb engkau maha pengampun, engkau maha mengetahui……………………

Menilik pada berita yang santer saat ini, maslah pembakaran kitab al-qur’an oleh seorang pendeta di florida amerika sebut saja terry jonnes, yang berawal dari protesnya akan didirkannya pusat kajian islam di amerka yang notebene dalam radius zorro zone dari serangan 11 september ….

Ya allah kami tau engkau tidak akan tinggal diam…karena engkau maha mengetahui.

Mudah mudah mudahan Allah akan mengampuni terry jonnes, dan semoga Allah memberikan hidayah pada seorang terry jonnes, sebagai mana allah telah berikan pada mike tysson (petinju) abel xavier( pespak bola portuga), nikolas anelka ( pesepak bola perancis) dan banyak lagi

Seperti juga pada satu karakter lain “Robert dicksson” Robert Dickson Crane, yang notebene adalah seorang pembenci islam, rang yang tidak suka akan umat islam dan ajaranya, seorang yang besar yang dapat mempengaruhi dunia ( waktu beliu berjaya) dia adalah sorang penashat presiden amerika ” Richard Milhous Nixon ”

Terselip satu kisah dari Robert dicksson ” suatu saat beliau, beliau tersesat di istana di suatu tempat di bahrain, dan bertemu dengan seoang kakek tua, akhinya kakek tua it mengajak beliau untuk mampir dan berbincang, di dalam perbincangan itu beliu merasa heran.kok ini beda..beda dari apa yang selama ini dilakukan oleh segelintir umat yang menakan diri islam tapi perbuatanya idak mencerminkan itu.

Dan suatu ketika robert dicksson di undang keingis untuk menghadiri undangan liga liga arab, beliu datang dan suats keika jga terjadi peristiwa yang sangat aneh buat beliau, Ketika waktu makan siang tiba, Crane lebih memilih bergabung bersama para tamu asing muslim. Ia begitu ingin belajar sebanyak mungkin dari mereka. Tanpa banyak bertanya, Crane kemudian mengikuti langkah delegasi-delegasi muslim ini ke sebuah ruangan yang lantainya ditutupi permadani.Semula ia mengira mereka akan makan siang. Namun, ia baru menyadari bahwa hari itu adalah hari Jum’at. Hari teragung bagi umat Islam. Mereka akan melakukan shalat Jum’at. “Saya pun binggung, khawatir menyinggung perasaan mereka bila keluar ruangan. Maka saya pun memutuskan untuk menunggu sambil duduk di bagian belakang ruangan,” kata Crane.

“Tuhan… begitu hinanya saya…,” rintihnya kala itu. Tak ingin menjadi manusia yang jauh lebih merugi, Crane memutuskan untuk bersujud kepada Tuhannya. Namun bukan tuhan yang selama ini ia sembah. Saat itu juga, Crane bersujud dan memutuskan untuk menjadi seorang muslim.

Setelah memeluk Islam, ia lebih banyak berkecimpung dalam berbagai kegiatan yang mengkampanyekan Islam.

Berbagai posisi penting dalam pemerintahan Amerika Serikat yang ditempati Robert Dickson Crane ditanggalkan begitu saja. “Tak ada yang lebih mulia daripada berdakwah di jalan Allah SWT.” Subhanallah.

**sebagian cerita disadur dari alkisah